Culinary

Product

Service

Traveling

Tips

News

Saturday, March 28, 2015

TAGGED UNDER:

iPhone vs Android

Seringkali jika kita ingin membeli produk-produk smartphones, kita bingung menentukan pilihan apakah harus memilih antara produk keluaran Apple (iPhone) atau memilih yang lainnya dari sistem operasi Android. Menurut Anda kira-kira harus beli yang mana? Yang paling kuat atau paling bagus apakah keluaran iOS atau Android? Bagaimana jika kami mengatakan bahwa produk Android jauh lebih oke? Buktinya bisa menutup kekurangan dari produk Apple selama ini. Tidak percaya? Silakan simak foto di bawah ini.

produk iphone vs android
"I fixed it!" begitu kata si android kepada apple. Image: pinterest.com
Yup, betul sekali. Potongan apel yang dari dulu hilang kini sudah ditemukan dan ditempel kembali oleh si robot android berbadan hijau ini. Bagaimana menurut Anda?

Sponsored links:

Thursday, March 26, 2015

TAGGED UNDER:

Perasaan Ketika Buku Terbit dan Beredar di Toko Buku

Ini merupakan artikel lanjutan tentang pengalaman mengirim naskah buku ke penerbit Gramedia, Jakarta. Kami akan membagikan gambaran kira-kira seperti apa perasaan seorang penulis ketika bukunya sudah diterbitkan dan beredar di toko-toko buku yang ada. Semoga bisa menambah pengetahuan dan pengalaman.
 
perasaan ketika buku terbit dan beredar
Toko buku adalah tempat di mana karya kita diperkenalkan. Image: blogger.com
 

Karena buku entah itu fiksi atau nonfiksi merupakan karya seni, tentu saja perasaan pertama yang kita alami sebagai penulis adalah rasa senang, takjub, bangga dan gembira. Susah dilukiskan dengan kata-kata apalagi jika buku tersebut adalah buku kita yang baru pertama kali diterbitkan. Pokoknya penuh sukacita dan dalam hati berharap-harap untuk menjadi terkenal seperti artis, dikirimin banyak email dari fans, dsb..dsb. Ayo ngaku bagi yang malu-malu. Mungkin beberapa di antara kita benar-benar bisa terkenal dan menjadi publik figur namun kebanyakan sih biasa-biasa saja.

Perasaan gembira ini sebenarnya sudah kita alami pada waktu penerbit menyetujui untuk menerbitkan karya kita. Apalagi ketika naskah kita sudah dijilid rapi sebagai naskah proof yang dikembalikan kepada kita untuk kita periksa ulang dan cek kembali susunan halaman, materi, daftar isi, kesalahan kata, kalimat rancu, dsb. Naskah proof ini merupakan naskah yang siap cetak jika tidak ada kesalahan yang fatal.

Setelah buku kita terbit, biasanya penerbit akan mengirimkan kepada kita 3 atau 5 eksemplar contoh buku secara gratis. Nanti akan kelihatan bentuk bukunya seperti apa, desain covernya, warna buku, nama kita sebagai penulis, ISBN, ukuran buku, dsb. Biasanya kita akan simpan baik-baik atau mulai dipamerkan kepada teman-teman dekat dan dibagi-bagikan kepada anggota keluarga, pacar, dsb. Rasanya pasti senang sekali.

Jalan-Jalan ke Toko Buku

Setelah kita mendapatkan contoh buku, dalam waktu 2 minggu ke depan, pasti buku kita tersebut akan mulai dipasarkan di setiap toko buku di kota-kota besar entah itu Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Yogyakarta, Makassar, dsb. Biasanya sih di jaringan toko buku Gramedia, Gunung Agung, Karisma, Togamas atau lainnya. Otomatis, kita pun akan sering meluncur ke sana untuk mengecek buku tersebut. Biasanya sambil jalan-jalan ke mal. Ayo ngaku!

Kita akan memeriksa di rak-rak buku baru apakah karya kita ikut dipajang di sana atau tidak. Kadang kita juga ikut utak atik di komputer yang disediakan di toko buku untuk mencari karya kita. Yang sedikit jahil mungkin akan pura-pura bertanya ke petugas jaga atau mbak-mbak yang menjadi customer service mengenai judul buku karya kita. Padahal ini adalah penulisnya sendiri...hihihi. Awas yo ketahuan nanti.

Paling seru adalah ketika melihat ada pengunjung yang berdiri di depan dan membaca karya kita sambil berdiskusi dengan teman-temannya. Tergantung bukunya sih. Kalau buku humor mungkin si pembaca akan tertawa sambil memperlihatkan kisahnya ke temannya. Kalau buku novel mungkin si pembaca akan serius dan bengong berdiri cukup lama. Dari jauh agak malu-malu dan takut-takut, kita memperhatikan semuanya. Kadang kita ikut menghampiri juga membolak-balik ikut baca buku tersebut. Padahal dalam hati berbisik,
"Wah,  mereka tidak tahu penulisnya ada di samping...hihihi."

Perasaan happy seperti ini akan bertambah jika tiba-tiba si pembaca mengambil buku tersebut dan membayarnya di kasir. Wah, buku kita sudah laku terjual satu eksemplar. Semoga di toko buku lainnya juga demikian dan dalam sebulan laris manis. Kalau dalam sebulan laris manis, bisa kebagian banyak rezeki dari royalti. Kurang lebih seperti itu. Bagaimana menurut Anda?

Sponsored links:

Wednesday, March 11, 2015

TAGGED UNDER:

Cara Cepat Menyukseskan Bisnis Hostel

Sebenarnya tidak ada cara cepat menyukseskan bisnis hostel. Semua bisnis butuh waktu untuk berkembang, dikenali konsumen, berproses hingga mendatangkan laba. Bisnis hostel sama seperti bisnis-bisnis lain pada umumnya. Berhubung ini adalah bisnis akomodasi dan hospitality (pelayanan), tentu saja butuh yang namanya keramahtamahan. Jika antara tamu, konsumen, pengunjung, penghuni dengan pemilik atau pengelola hostel sudah tidak akur atau berselisih paham, pasti bisnis tersebut akan pudar dengan sendirinya seiring waktu. Apalagi di zaman sekarang, sebuah bisnis yang pelayanannya buruk akan cepat menyebar lewat media internet.

cara cepat menyukseskan bisnis hostel
Beberapa panduan menyukseskan bisnis hostel bisa Anda simak di bawah ini. Image: twcmsi.org

Meski tidak ada cara yang cepat dan paten, beberapa petunjuk atau anjuran di bawah ini mungkin bisa bermanfaat. Terutama untuk Anda yang berencana membuka atau mendirikan bisnis hostel. Jangan sampai tanpa pertimbangan langsung merintis bisnis. Ujung-ujungnya bisa membuang banyak waktu, tenaga, pikiran bahkan uang. Pokoknya bikin capek dan kapok deh.

Peluang Bisnis

Hal pertama yang harus diingat adalah peluang. Makin besar peluangnya makin prospek bisnis hostel tersebut. Sekarang kita lihat dan nilai sendiri apakah di kota kita atau kota tersebut sudah ada hostelnya? Jika sudah ada, berapa jumlahnya dan bagaimana tingkat okupansinya? Jika sudah banyak jumlah hostel dan tingkat okupansinya kecil, wah jangan ikut terjun deh. Bisa-bisa tidak berkembang atau kalah dari yang sudah ada.

Bagaimana jika tidak ada hostel yang tersedia atau cuma ada satu tetapi tingkat okupansinya besar? Ini pertanda bagus dan peluang bagus. Pasarnya sudah ada tinggal kita sambut dengan sedikit terobosan dan pembenahan baru di hostel milik kita.

Lokasi Strategis

Lokasi selalu menjadi faktor penentu. Jika ingin mendirikan bisnis hostel kita bisa berpatokan pada letak atau lokasi hotel-hotel atau apartemen-aparteman yang sudah ada. Biasanya pemilik hotel atau pengembang apartemen pasti mempertimbangkan soal lokasi ini. Tidak mungkin hotel atau apartemen dibangung di puncak gunung yang jauh dan sepi, bukan? Kecuali mungkin seperti tempat wisata seperti kawasan Puncak di Bogor atau Tretes di Malang.

Hostel paling cocok didirikan di tempat-tempat yang strategis. Strategis di sini misalnya dekat tempat wisata, acara liburan, kota tua, hiburan malam, pusat kota, pusat bisnis, dekat dengan bandara atau jalur transportasi utama, dsb. Sebab memang kita lebih mengincar turis-turis asing atau lokal terutama yang backpacker. Ingat, backpacker bukan berarti turis kere atau pelancong miskin loh. Jangan sampai tercelutuk oleh kita atau mulut pegawai kita baik secara langsung atau tidak langsung ke telinga tamu kita. Bisa-bisa mereka melemparkan uang di depan mata kita. Baru nyahok!

Pelayanan Prima

Pelayanan sudah pasti hal utama. Berikan pelayanan terbaik, kamar yang bersih, ramah dan banyak informasi berharga. Biasanya penghuni hostel butuh informasi. Sediakan koran harian setempat agar mudah dibaca tamu untuk informasi kota ter-update. Pastikan resepsionis atau penjaga hostel mengetahui seluk beluk kota baik itu acara festival, soal bandara, pemesanan taksi, tempat wisata, jam buka tutup bank, lokasi ATM, tempat membeli tiket, warung makan murah, dsb.

Semua informasi tersebut sangat berharga bagi penghuni hostel terutama backpacker. Sebab sangat membantu pengaturan dan pengeluaran budget mereka. Jika pelayanan kita sangat oke, pasti mereka akan menceritakan dan mereferensikannya untuk teman-teman mereka. Jangan kaget jika tiba-tiba bisnis hostel kita menjadi sangat terkenal di seluruh dunia, dibicarakan orang di forum-forum backpacker, dsb. Padahal kita tidak gencar promosi. Bonus tambahan bukan?

Harga Sewa

Harga sewa jangan terlalu mahal apalagi lebih mahal dari kompetitor kita. Jika kita adalah pendatang baru di bisnis hostel ini, tak ada salahnya memberikan tawaran harga lebih rendah dari pesaing. Hanya saja kita setting sebagai harga promo. Jadi tidak menyinggung perasaan kompetitor tetapi juga bisa menarik pengunjung.

Tentu saja harga sewa harus diperhitungkan juga biaya rintis dan operasional yang sudah kita keluarkan. Tidak boleh asal murah saja melainkan harus dipertimbangkan kembali kapan balik modal, dsb.

Jenis Hostel

Seperti apakah jenis hostel yang ingin kita dirikan? Apakah berbentuk rumah biasa, rumah dengan taman, ruko atau gedung seperti hotel-hotel pada umumnya? Semuanya bisa menentukan cara promosi, lokasi atau harga sewa. Jenis hostel kadang juga bisa sangat menentukan ketertarikan konsumen yang ada. Pastikan lahan yang kita pilih cocok atau memang tersedia. Tidak mudah mencari lahan untuk bisnis apalagi di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan Medan. Kadang ada yang bagus letaknya dan cukup luas namun jauh dari beberapa lokasi strategis. Kadang ada juga yang tanahnya masih murah tetapi lahannya sempit.

Promosi

Semua bisnis butuh promosi begitu juga untuk bisnis hostel. Cara promosi hostel mirip dengan promosi hotel, rumah kost, apartemen, dsb. Cari media promosi yang tepat entah itu surat kabar lokal, promosi online, membuat blog/website hostel kita, broadcast pesan lewat sms, bbm, dsb. Sediakan kartu nama di depan meja resepsionis agar mudah diambil tamu yang menginap. Pokoknya pintar-pintar kita sendiri dan harus kreatif. Zaman sekarang harus kreatif jika ingin cepat sukses mengejar atau menyalip pesaing kita.

Tren

Tak ada salahnya melihat dan memperhatikan tren. Apakah tren hostel sudah siap diterima oleh pasar lokal? Bagaimana dengan tren hostel di kota atau negara lain? Kita bisa berpatokan pada kota Singapura atau Kuala Lumpur. Sebab kedua kota ini paling identik dengan kota-kota besar di Indonesia. Bisnis yang berkembang pesat di kedua kota tersebut biasanya akan cepat menyebar dan beradaptasi di pasar lokal seperti Jakarta, Medan, Bali dan Surabaya. Nah, tinggal kita lihat tren hostel di sana. 

Kurang lebih itulah 7 poin utama untuk menyukseskan bisnis hostel secara cepat. Kami akan tambahkan ide-ide lainnya di kemudian hari. Silakan berkunjung kembali. Oya, jangan lupa promosi hostel Anda di sini secara gratis sesuai dengan tempatnya. Gampang bukan?

Sponsored links:

TAGGED UNDER:

Jenis-Jenis Hostel di Seluruh Dunia

Berbicara tentang hostel sama seperti berbicara tentang hotel. Sebab hostel sekarang sudah menjadi lahan bisnis yang sangat menggiurkan dan semakin ngetren terutama di kota-kota yang banyak dikunjungi turis-turis asing dari daratan Eropa atau Amerika Serikat. Sayangnya untuk wilayah Indonesia baik di kota Jakarta, Surabaya, Medan atau Bali rasanya masih langka. Mungkin beberapa tahun ke depan akan marak jenis penginapan seperti ini. 


Sebenarnya agak susah mendefinisikan jenis-jenis hostel sebagai sebuah tempat penginapan atau akomodasi di Indonesia. Namun untuk luar negeri atau beberapa negara maju lainnya, hostel bisa dibagi menjadi beberapa jenis dari beberapa sudut pandang, antara lain adalah:

jenis jenis hostel di dunia
Salah satu contoh kamar hostel yang bagus dan menarik. Image: singapore-guide.com
Hostel Jaringan Internasional

Jenis hostel yang dikelola secara profesional dan modern serta memiliki banyak cabang di negara lain. Ya mirip hotel gitulah. Bukankah beberapa nama hotel juga memiliki cabangnya di beberapa kota atau negara lain? Karena bersifat internasional tentu saja hostel ini dikelola dengan baik dan biasanya fasilitasnya juga jauh lebih oke. Ada standar operasional yang diberlakukan agar tamunya nyaman, betah dan bertambah setiap hari.

Berhubung sudah memiliki nama dan bersifat internasional maka tawaran-tawaran yang ada juga seperti hotel. Kalau hotel ada tipe kamar standard, deluxe, suite, dsb...maka di hostel internasional juga demikian. Cuma bukan tipe kamar layaknya hotel melainkan misalnya maksimal berapa orang satu kamar, harga yang berbeda-beda, fasilitas tambahan, lokasi yang strategis, dsb. Yang pasti tarifnya masih low budget.

Hostel internasional hanya bisa kita temukan di kota-kota atau negara-negara yang memang banyak tempat wisata dan banyak turisnya. Terutama kota yang terkenal akan turis backpacker-nya. Karena banyaknya turis membuat pebisnis hostel mengembangkan sayap bisnis untuk menjaring konsumen.

Hostel Lokal

Berkebalikan dari hostel internasional. Hostel ini tidak memiliki cabang di negara lain. Kalau untuk negara atau kota di mana hostel ini beroperasi mungkin masih ada cabangnya. Contoh misalnya hostel di Jakarta dan Surabaya di mana masih satu pemilik atau satu manajemen. Bisa juga ada di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat lalu ada di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Masih dimiliki oleh satu perusahaan atau manajeman. Ini yang dimaksud hostel lokal.

Hostel Independen

Hostel independen adalah jenis hostel yang dinilai dari kepemilikannya (saham). Kalau pemiliknya bukan perusahaan tetapi dimiliki secara individual (pribadi) maka dikategorikan hostel independen. Boleh dibilang mirip pemilik kost hanya saja ini bangunannya untuk hostel, bukan rumah kost-kostan. Kami sudah menjelaskan pengertian hostel sebagai akomodasi agar bisa membedakannya dari kost, losmen, mess, hotel melati atau bahkan guest house.

Hostel Mobile

Hostel jenis ini sudah pasti semakin asing terdengar. Tidak semua negara atau kota yang terdapat bisnis hostel akan kita jumpai hostel seperti ini. Maksud hostel mobile ini adalah hostel yang menggunakan gedung atau bangunan sementara yang bisa dipindah-pindahkan sesuai peruntukannya. Misalnya hostel yang menggunakan bus kota, mobil van, truk kontainer, dsb. Begitu acara wisata atau liburannya selesai maka hostel ini pun dipindahkan atau dibongkar.

hostel mobile indoor
Hostel mobile indoor. Biasanya diperuntukkan untuk acara-acara indoor terutama anak-anak usia remaja. Image: tumblr.com
hostel mobile outdoor
Hostel mobile outdoor. Begitu acara selesai tinggal dipindahkan saja. Image: tripadvisor.co.uk
Hostel Boutique

Sebenarnya ini hanya istilah baru dari industri perhostelan itu sendiri. Karena merupakan istilah jangan sampai kita terjebak. Jangan sampai ingin mencari hostel boutique malah ketemu hostel biasa. Hostel boutique bisa memiliki dua pengertian yakni hostel yang lebih bagus dekorasinya atau jenis hostel yang lebih simpel di mana menggunakan fasilitas terbatas tetapi jauh lebih modern. Hostel ini bisa dimiliki secara pribadi atau bisa juga dikelola oleh sebuah perusahaan. Bisa bersifat lokal atau malah internasional. Agak sudah dijelaskan tetapi kalau dikasih contoh fotonya pasti akan langsung tahu. Coba lihat di bawah ini:
Hostel boutique yang mulai tren yakni mirip kapsul. Di Jepang dan Singapura mulai banyak jenis hostel seperti ini. Mungkin lebih menghemat tempat dan biaya. Image: gettyimages.com
Nah, kurang lebih itulah beberapa jenis hostel yang bisa kita jumpai ketika melancong bepergian ke berbagai negara. Mungkin di masa akan datang di beberapa kota di Indonesia juga akan hadir bisnis-bisnis hostel seperti ini.

Sponsored links:

Sunday, March 8, 2015

TAGGED UNDER: ,

Pengertian Hostel Sebagai Tempat Penginapan

Hostel bisa memiliki banyak arti. Kalau kita cari kata "hostel" dari Google, biasanya juga ditawari sebuah judul film horror yang berisi aksi sadis mengerikan. Namun yang kita maksudkan di sini adalah hostel sebagai sebuah tempat menginap atau penginapan. Layaknya rumah kost-kostan, hotel, losmen atau bahkan apartemen. Lalu apa sebenarnya pengertian hostel itu sendiri? Berikut adalah sedikit penjelasannya.
arti hostel sebagai tempat penginapan
Arti hostel sebagai tempat menginap. Image: 10and5.com

Menurut Wikipedia, istilah hostel mulai dikenal sekitar tahun 1912 di negara Jerman. Jadi sudah cukup lama. Sekarang ada banyak jenis hostel di dunia layaknya hotel atau tempat penginapan lainnya. Kalau kita berbicara dengan orang-orang di negara-negara Eropa, Amerika dan sebagian Asia, mereka mengenal dan mengerti dengan baik istilah hostel ini. Sebab hostel sudah sangat lumrah di sana terutama untuk turis backpacker. Yang jadi masalahnya, di Indonesia istilah ini agak asing bahkan membingungkan.

Hostel boleh dibilang semacam asrama, guesthouse atau mungkin losmen untuk ukuran Indonesia. Ada yang mengatakannya sebagai losmen atau hotel melati. Meski demikian masih kurang tepat jika kita melihat bisnis-bisnis losmen atau hotel melati di Indonesia. Losmen dan hotel melati itu hitungannya per kamar dalam arti ditempati satu orang, dua orang atau keluarga. Berbeda dengan hostel. Hostel itu kamarnya bisa ditempati lebih dari 4 orang dengan penghuni yang berbeda. Makanya dikenal istilah "sharing room".

Hostel mungkin lebih cocok disebut asrama dengan beberapa pengecualian. Kalau asrama biasanya khusus untuk kalangan terbatas seperti mahasiswa/i atau pelajar dari lembaga-lembaga atau institusi tertentu, sedangkan hostel untuk umum. Ini perbedaannya yang paling nyata.

Menilai Ukuran Sebuah Hostel

Karena agak membingungkan maka kami akan memberikan gambaran kira-kira hostel itu seperti apa. Tentu saja ini gambaran umumnya saja. Sekarang bisnis hostel juga macam-macam dari hostel biasa hingga yang privat dan bertaraf internasional.
  1. Low budget. Hostel sudah pasti bicara ukuran murah atau hemat biaya. Meski sekarang ada hostel yang sedikit lebih mewah dengan fasilitas terbaik, namun dibandingkan jenis penginapan lainnya hostel jauh lebih hemat.
  2. Backpackers. Hostel identik dengan wisatawan atau turis backpacker. Mencari hostel terbaik di setiap kota di seluruh dunia jauh lebih cepat mendapatkan informasinya jika kita mau bertanya kepada sesama backpackers. Sebab turis backpackers suka menginap di hostel.
  3. Sharing room. Hostel tidak bisa dihuni atau ditiduri sendirian. Dalam arti kata satu kamar bisa ditempati banyak orang sesuai dengan harga atau ukuran kamarnya. Makin murah biasanya makin banyak penghuninya dalam satu kamar.
  4. Ranjang susun. Meski tidak semuanya, rata-rata hostel di dunia menggunakan ranjang model susun sebagai tempat tidur. Sampai di sini pasti sudah tahu dong gambarannya seperti apa? Lebih mirip asrama dibandingkan guesthouse, losmen bahkan hotel melati, bukan?
  5. Fasilitas umum bersama. Karena merupakan penginapan murah dan dihuni banyak orang, sudah pasti semua fasilitas yang ada dipergunakan secara umum dan bersama-sama. Misalnya kulkas, mesin cuci, kamar mandi, toilet, meja makan, tempat minum, meja biliar, buku bacaan, komputer, dsb.
  6. Dikerjakan sendiri. Karena bukan hunian mahal otomatis semua kita kerjakan sendiri. Dari beresin tempat tidur, mencuci piring habis makan, mengambil air minum, dsb. Tidak seperti hotel di mana kalau butuh apa-apa tinggal ngebel room boy. Tidak demikian!
Kurang lebih itulah beberapa poin untuk menilai pengertian hostel dibandingkan jenis penginapan lainnya. Tapi jangan selalu berpikir bahwa hostel adalah tempat menginap untuk orang miskin atau turis yang duitnya cekak. Ada banyak anak-anak orang kaya yang lebih memilih menginap di hostel apalagi jika mereka bepergian secara rombongan. Hostel tidak banyak aturan dan lebih bebas. Yang penting sesama penghuni saling pengertian, tidak boleh berbuat onar atau mengganggu privasi masing-masing.

Sponsored links:

Hostel Backpackers Terbaik di Jakarta

Hostel di kota Jakarta terutama untuk turis backpackers agak susah ditemukan. Maksud susah di sini bukan berarti tidak ada melainkan tipe hunian ala "hostel" terdengar cukup asing bagi penduduk Jakarta. Bisnis ini jarang ada yang mau menekuninya. Tidak seperti misalnya di kota Jepang, Kuala Lumpur atau Singapura. Di Indonesia, kebanyakan orang lebih suka mendirikan "rumah penginapan", "losmen", "motel", "rumah kost harian" atau hotel-hotel low budget. Meski demikian kalau 1, 2 atau 3 pasti ada. Mudah-mudahan adalah hostel yang nyaman buat kita semua.
 
hostel terbaik di jakarta
Contoh salah satu kamar hostel bagus dan nyaman di kota Istanbul, Turki. Di Jakarta mungkin ada tipe hunian seperti ini. Image: hostelworld.com

Jika Anda adalah turis backpackers yang baru pertama kali datang ke Jakarta dan membutuhkan referensi hostel seperti ini, terus terang kami belum bisa memberikan reviewnya. Kami belum mendapatkan tawaran iklan untuk mempromosikannya. Jika ada pasti akan kami informasikan di situs konsumen review ini. Saran kami mungkin ada baiknya menginap di hotel-hotel murah atau losmen. Memang harganya lebih mahal tetapi di Jakarta istilah hostel agak asing. Ada beberapa hotel sangat murah di Jakarta tetapi tidak ada jaminan tempatnya bersih dan bagus. Kecuali kalau mau kita bisa mencari kost harian. Kost harian sedikit berbeda dengan hostel sebab kost itu tidurnya sendirian atau bisa berduaan jika bersama teman.

Coba melihat informasi dari komentar-komentar konsumen lainnya di bawah ini. Siapa tahu ada backpacker asli Indonesia atau luar negeri yang bisa share informasi tersebut untuk Anda. Pasti mereka pernah menggumuli hal yang sama sebelumnya. Atau bisa juga pemilik hunian ala hostel ini mempromosikan bisnisnya buat kita semua. Semoga ada ya!

Sponsored links:

About

KonsumenReview.com adalah situs review dari konsumen untuk konsumen di Indonesia. Dapatkan berbagai ulasan tentang produk (merek, jenis, barang dan jasa) dari menu yang tersedia dan lihatlah apa kata orang tentangnya. Pilih yang terbaik dari semua yang ada!

Comment Rules

Untuk mencegah modus penipuan, kami mensupervisi setiap komentar. Komentar di luar topik, bersifat destruktif, menampilkan link, website, telepon atau email akan dihapus. Yang boleh disertakan hanyalah merek, nama toko atau alamat. Untuk berkomentar, gunakan akun Google Anda.

Smart Konsumen

Translate

© 2010 KonsumenReview.com, Designed by Bloggertheme9, Published By Gooyaabi Templates
Powered by Blogger, Supported by Google Webmaster, Advertised by Google AdWords, Monetized by Google Adsense.
back to top